Senin, 12 Januari 2009

Santo-santa


st. Fransiskus de Sales

Uskup dan Pujangga Gereja, 24 Januari


Fransiskus lahir di kastil keluarga de Sales di Savoya, Prancis pada tanggal 21 Agustus 1567. Semenjak kecil ia sudah menunjukkan bakat-bakat luar biasa. Hal ini kemudian terlihat dalam hasil studinya di sekolah. Pendidikan Filsafat dan Sastra di Universitas Paris diselesaikannya dengan gemilang. Setelah itu, ia melanjutkan studi di bidang Hukum di Universitas Padua. Pada usianya yang kedua puluh empat, Fransiskus telah meraih gelar Doktor Hukum. Ia kembali ke Savoya dan hidup dengan bekerja keras.Tetapi, tampaknya Fransiskus tidak tertarik terhadap kedudukan tinggi di dalam masyarakat.

Tuhan mempunyai rencana khusus atas diri Fransiskus. Fransiskus sendiri telah merasakan panggilan Allah ini. Setelah lama mempertimbangkan panggilan itu, ia lalu memutuskan untuk mengikuti suara Tuhan itu. Orangtuanya tidak menyetujui keputusan hatinya. Ayahnya sangat kecewa mendengar hal ini, ia ingin agar Fransiskus kelak menjadi orang yang tersohor di dunia. Dengan pengaruh kuat keluarga de Sales, pastilah hal itu menjadi mudah untuk dicapai. Tetapi mereka pun tidak berdaya untuk membatalkan rencana Allah atas diri anaknya itu. Fransiskus kemudian ditahbiskan menjadi imam pada 18 Desember 1593.

Sebagai imam, ia dengan penuh semangat membaktikan dirinya bagi kepentingan Gereja dan perkembangan iman. Pastor Fransiskus de Sales hidup pada saat umat Kristiani dilanda perpecahan. Ia menawarkan diri untuk pergi ke daerah yang berbahaya di Perancis untuk membawa kembali orang-orang Katolik yang telah menjadi Protestan. Ayahnya menentangnya dengan keras. Ayahnya mengatakan bahwa sudah merupakan suatu hal yang buruk baginya mengijinkan Fransiskus menjadi seorang imam. Ia tidak akan mengijinkan Fransiskus pergi dan wafat sebagai martir pula.

Tetapi, Fransiskus percaya bahwa Tuhan akan melindunginya. Maka ia dan sepupunya, Pastor Louis de Sales, dengan berjalan kaki menempuh perjalanan ke daerah Chablais kota Calvinis. Segera saja kedua imam tersebut merasakan bagaimana menderitanya hidup penuh dengan hinaan serta aniaya fisik. Di sana ia dengan gigih menegakkan ajaran iman yang benar. Tampaknya ia tidak berhasil. Karyanya menemui banyak rintangan, sedang hidupnya sendiri pun senantiasa terancam. Meskipun demikian, ia tidak gentar menghadapi ancaman-ancaman itu. Ia coba menggunakan cara-cara lain untuk menyebarkan ajaran iman yang benar. Ia menulis ajaran-ajaran iman itu pada pamflet-pamflet dan dinding-dinding di seluruh kota. Cara ini membawa hasil yang gemilang. Dalam waktu singkat, sebanyak 25.000 orang dari 30.000 orang penduduk kota Chablais bertobat dan kembali kepda ajaran iman yang benar. Hasil ini dilaporkannya kepada Sri Paus di Roma.


Melihat keberhasilan karyanya, pada tahun 1597 Fransiskus ditahbiskan menjadi Uskup Geneva, Swiss. Sebagai Uskup, Fransiskus menaruh perhatian besar pada perkembangan iman umatnya. Ia dikenal sebagai seorang Uskup yang bijaksana, ramah dan sangat menyayangi umatnya. Sifat-sifat inilah yang membuat ia mampu mempertobatkan banyak orang. Tentang sifat-sifatnya, Fransiskus berkata: “Jika ada sesuatu yang lebih mulia daripada kelemahlembutan dan kerendahan hati, tentunya Tuhan sudah mengajarkan hal itu kepada kita. Tetapi Tuhan justru mengajarkan kepada kita dua hal ini, yakni kelembutan dan kerendahan hati.” Bersama dengan (Santa) Yohanna Fransiska de Chantal, ia mendirikan tarekat Suster-suster Visitasi pada tahun 1610.

Pada tanggal 28 Desember 1622 dalam usia enam puluh lima tahun, Fransiskus meninggal dunia di Lyon, Prancis. Banyak sekali hal yang ditinggalkannya kepada Gereja, terutama tulisan-tulisannya yang mendalam tentang iman Katolik. Salah satu warisannya ialah pentingnya memanfaatkan surat kabar untuk menyebarkan ajaran iman dan kebenaran. Fransiskus adalah Orang Kudus yang merintis penggunaan surat khabar dalam pewartaan iman. Karena itu, pada tahun 1877 ia digelari sebagai ‘Pujangga Gereja’ dan pelindung para penulis dan Pers Katolik oleh Sri Paus Pius IX.

Dikutip dari buku Orang Kudus Sepanjang Tahun; Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM; OBOR dengan tambahan dari YESAYA.net

0 komentar:

Seluruh anggota gempar dan gempar online,
Seluruh Umat Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus
mengucapkan

SELAMAT


kepada:

Yang Mulia Mgr. Petrus Boddeng Timang,Pr
untuk Ultah Imamat ke-35 tahun
13 Januari 1974 - 13 Januari 2009

dan

Yang Mulia Mgr. (Em.) Wilhelmus Demarteau, MSF
untuk Ulang Tahun ke-92
24 Januari 1917 - 24 Januari 2009
Panjang Umur dan Sehat Selalu

Doa dan Kasih kami untuk Bapa Uskup Berdua