Misa Malam Pergantian Tahun
Perayaan Ekaristi malam pergantian tahun diadakan pada tanggal 31 Desember 2008, di mulai tepat pada jam 20.00 WITA. Misa ini dipimpin oleh Rm. Simon Edy Kabul Teguh Santoso, Pr.
Homili oleh Rm. Simon kali ini spesial karena isi dan materi homili tersebut dipaparkan dengan bantuan presentasi power point menggunakan dua buah LCD di kanan dan kiri atas altar. Dengan penerangan yang dimatikan sebagian membuat umat terfokus pada slide. Homili bertema ”Bunda Teresa memberikan gambaran yang jelas tentang Yesus”. Dalam homili ini di paparkan bahwa mulai pudarnya nilai-nilai KASIH yang ada dalam diri manusia. Bunda Teresa menegaskan bahwa ”Kemiskinan yang terburuk adalah kesepian dan merasa tidak dicintai”. Juga dibahas beberapa buah pemikiran Bunda Teresa tentang:
§ peperangan: ”Tolong pilihlah jalan perdamaian…dalam jangka pendek mungkin ada pemenang dan kalah dalam perang ini, dan akhirnya kita semua akan sesali, tetapi tidak ada yang bisa menghitung rasa kehilangan, penderitaan dan kehilangan nyawa yang disebabkan oleh senjata kalian” (Surat ke presiden AS George Bush dan presiden Irak Saddam Hussein, Januari 1991)
§ aborsi: ”Penghancur terbesar perdamaian adalah aborsi karena jika seorang ibu tega membunuh darah dagingnya sendiri, apa yang tersisa untuk saya membunuh anda, dan anda membunuh saya? Tidak ada sesuatu apapun” dan ”Adalah suatu kemiskinan, menentukan bahwa seorang anak harus mati supaya kamu dapat hidup seperti yang kamu inginkan”
§ cinta: ”Apabila anda menghakimi orang, anda tidak akan punya waktu mencintai mereka” dan ”Saya menemukan paradoks, jika anda mengasihi seseorang sampai terluka, maka di situ tidak akan ada lagi penderitaan, hanya cinta” kemudian ”Saya tidak tahu pasti seperti apa surga itu, tetapi yang saya tahu adalah ketika kita meninggal, dan pada saatnya Tuhan menghakimi kita, Dia tidak akan menanyakan berapa banyak perbuatan baik yang kita lakukan dalam hidup kita, tetapi Dia akan menanyakan berapa banyak kasih yang anda taruh dalam setiap perbuatanmu” dan ”Jangan pernah berpikiran bahwa kasih, agar murni, maka harus yang luar biasa, yang kita butuhkan adalah mengasihi tanpa pernah merasa lelah ”
§ pelayanan terhadap Tuhan: ”Saya adalah sebuah pensil kecil didalam tangan Tuhan, yang sedang menulis surat cinta kepada dunia ” dan ”Saya tidak berdoa untuk kesuksesan, yang saya minta hanyalah kepenuhan iman” dan ”Dalam kehidupan ini kita tidak dapat melakukan sesuatu hal yang besar, kita hanya bisa lakukan pekerjaan kecil dengan cinta yang besar ”
Perayaan Ekaristi ini berakhir pada pukul 21.15 WITA. Kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan santap malam bersama dengan dihibur oleh band dari Komka, yang juga dihadiri oleh Rm. Greg. Setelah acara santap malam, satu persatu umat mulai meninggalkan gereja. Hanya sedikit saja umat yang bertahan menantikan renungan, mungkin ada acara di tempat lain atau habis makan sate, perut kenyang dan mata jadi ngantuk. Hehehehe… J
Tepat jam 23.00 malam, diadakan renungan yang bawakan oleh Rm. Simon. Semua umat diajak merenungkan apa yang telah terjadi pada tahun 2008, termasuk aktivitas Dewan Paroki, kelompok kategorial, serta apa yang menjadi harapan dan keinginan yang akan di wujudkan di Tahun 2009. Selamat tinggal tahun 2008, dan selamat datang tahun 2009. Semoga tahun yang baru ini membawa berkah dan anugerah berlimpah bagi kita semua. (sgi)
0 komentar:
Poskan Komentar